Dalam rangka penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan peningkatan kompetensi auditor internal, Universitas Katolik Weetebula melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) mengikutkan dua dari Tim LPM untuk mengikuti Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal (LPMAI) Universitas Sanata Dharma.

Kedua Tim LPM yang mengikuti kegiatan ini adalah Dominggus Lero Bili, M.Pd., selaku Koordinator SPMI Universitas Katolik Weetebula yang juga merupakan auditor internal, dan Bernardus Kalumbang, S.Pd., staf LPM yang telah dinyatakan lolos sebagai auditor internal. Keikutsertaan kedua tim LPM ini merupakan bentuk kepercayaan pimpinan universitas, khususnya Rektor Universitas Katolik Weetebula terhadap peran strategis LPM dalam menjamin dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Pelatihan ini dilaksanakan secara luring pada Rab, 14–Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Kampus I Universitas Sanata Dharma, Jalan Affandi, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini dirancang untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam implementasi SPMI serta pelaksanaan Audit Mutu Internal sesuai dengan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional yang berkompeten dalam bidang penjaminan mutu, yaitu Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr. (Tim Kerja Program SPMI Direktorat Belmawa Kemdiktisaintek, SPMRU UGM, Asesor LAMSAMA), Ir. Ignatius Aris Dwiatmoko, M.Sc. (Fasilitator SPMI LLDIKTI Wilayah V), serta Dr. apt. Yustina Sri Hartini (Ketua LPMAI Universitas Sanata Dharma dan Asesor LAM-PTKes).

Materi pelatihan mencakup berbagai topik strategis, antara lain: kebijakan dan implementasi SPMI sesuai Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025, penyusunan standar akademik dan non-akademik, pelaksanaan dan pengembangan SPMI, evaluasi pemenuhan standar, perencanaan dan pelaksanaan AMI, kode etik auditor, penyusunan laporan AMI dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), serta praktik Audit Mutu Internal berbasis sistem informasi.

Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, Universitas Katolik Weetebula berharap kapasitas LPM semakin kuat, khususnya dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, mengendalikan, dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat di-sharingimplementasikan secara nyata dalam penguatan siklus PPEPP pada lingkungan Universitas Katolik Weetebula.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Katolik Weetebula menegaskan bahwa keikutsertaan staf LPM dalam pelatihan ini merupakan langkah strategis dan berkelanjutan dalam penguatan mutu internal. “Pelatihan SPMI dan Audit Mutu Internal ini sangat penting untuk menyelaraskan praktik penjaminan mutu internal universitas dengan regulasi terbaru, khususnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Kami berharap para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk memperkuat siklus PPEPP secara konsisten dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu Universitas Katolik Weetebula,” ujar Kepala LPM.

LPM Universitas Katolik Weetebula berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sumber daya manusia dalam bidang penjaminan mutu sebagai bagian dari upaya strategis mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, akuntabel, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Galeri Video

Loading