Berita LPPM

LPPM Weetebula Dorong Penguatan Tridharma Melalui Sosialisasi Kebijakan Penelitian dan Pengabdian

Dalam upaya memperkuat budaya akademik dan mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Katolik Weetebula melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Dokumen Standar Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Rabu, 7 Juli 2023 di Aula Maria Ratu Damai.
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh dosen dari berbagai program studi ini menghadirkan Ketua LPPM, Yulius Keremata Lede, M.Pd, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Yulius menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap kebijakan, mekanisme, serta prosedur yang mendasari pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian di lingkungan Unika Weetebula.
“Sosialisasi ini tidak hanya menjadi momen penyampaian informasi, tetapi lebih dari itu, menjadi ruang reflektif dan dialogis bagi dosen untuk terlibat aktif dalam pengembangan keilmuan dan pengabdian nyata kepada masyarakat,” ungkap Yulius dalam sambutannya.
Kegiatan ini juga merupakan salah satu langkah strategis Universitas Katolik Weetebula dalam mengimplementasikan standar mutu pendidikan tinggi yang menekankan pada integritas akademik, kolaborasi lintas disiplin, serta akuntabilitas program. Melalui sosialisasi, diharapkan sivitas akademika semakin memahami pentingnya kontribusi ilmiah dalam bentuk riset dan program pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat lokal, khususnya di wilayah Sumba dan sekitarnya.
Beberapa poin penting yang disampaikan dalam kegiatan ini antara lain:
• Kebijakan dan arah strategis penelitian dan pengabdian
• Jenis dan skema program serta sumber pendanaan yang tersedia
• Mekanisme pengajuan dan seleksi proposal
• Panduan teknis penyusunan dan pelaporan kegiatan
• Sistem evaluasi, monitoring, serta luaran kegiatan
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait dengan prosedur pendanaan multi-tahun, sistem penilaian proposal, serta pelibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian. Tidak sedikit peserta yang juga menyampaikan usulan perbaikan dan penguatan dokumen kebijakan melalui sesi diskusi terbuka.
Sebagai tindak lanjut, LPPM akan membuka klinik proposal yang diperuntukkan bagi dosen dalam menyusun proposal yang lebih sistematis dan kompetitif. Selain itu, akan dilakukan pendampingan berkelanjutan selama proses pengusulan hingga pelaporan kegiatan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap dosen memiliki akses terhadap informasi dan dukungan teknis yang diperlukan untuk menghasilkan penelitian dan pengabdian yang berkualitas yang mmelibatkan mahasiswa setiap penelitian dan pengabdian,” tegas Yulius.
Salah satu kekuatan dari kegiatan ini adalah forum umpan balik yang melibatkan berbagai dosen dari program studi yang berbeda. Dalam dokumen evaluasi yang dihimpun oleh LPPM, terdapat sejumlah catatan penting antara lain:
• Kebutuhan akan template proposal yang seragam dan mudah diakses
• Penambahan roadmap riset yang mengakomodasi semua program studi
• Usulan pembuatan jurnal pengabdian seperti Jurnal Abdi Masyarakat Sumba (JAMS)
• Perluasan lokasi pengabdian ke wilayah-wilayah sekitar
• Penegasan batas pelibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian
Evaluasi ini menunjukkan bahwa dosen tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai pemikir aktif yang turut berperan dalam membangun sistem penelitian dan pengabdian yang sehat dan berkelanjutan di Unika Weetebula.
Melalui kegiatan ini, LPPM berharap dapat menumbuhkan semangat kolaborasi dan inovasi di antara dosen, serta meneguhkan komitmen institusi terhadap pengembangan ilmu yang berakar pada nilai-nilai iman, keadilan sosial, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Ini bukan akhir, melainkan awal dari langkah besar menuju universitas yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga bermakna secara sosial,” pungkas Yulius mengakhiri kegiatan sosialisasi.
Dengan adanya kegiatan ini, Universitas Katolik Weetebula menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem akademik yang produktif dan berdampak luas, serta memperkuat posisinya sebagai pusat keunggulan di kawasan Timur Indonesia.

Dokumentasi :

Galeri Video

Loading